151 Ide Cerdas Mendapatkan Pelanggan Baru

Buku ini ditulis oleh Gerald Zaltman dan diterbitkan pertama kali pada tahun 2005 oleh Castle Hill Books. Dialihbahasakan oleh Najamudin, BBA. dengan penerbit Prestasi Pustaka Publisher di tahun 2007 dengan kode ISBN 979-24-1920-9.

Untuk sebagian besar bisnis, menarik pelanggan baru adalah upaya tiada henti yang tertambat pada ketidaktetuan, kekecewaan dan reaksi membabi buta. Buku ini, menguak misteri di samping membuat rencana berkelanjutan denga taktik yang telah terbukti untuk menjaga agar telepon tetap berdering dan pintu tak bergeming. Dengan buku ini, penulis mempersenjantai Anda dengan kedekatan sistematis menghindari gaya penjualan stereotip khas yang dapat memadamkan prospek Anda. Anda dapat menjauh dari pemasaran yang berorientasi pada produk massal, gaya penjualan yang intrusif dan penjualan via telepon serta menuju metode yang lebih efisien dalam mendapatkan pelanggan baru.

Buku ini menunjukan bahwa Anda tidak perlu menggunakan kegiatan penjualan yang mahal, pemasangan iklan atau promosi untuk membangkitkan arus prospek baru yang konstan dan tiada akhir. Cukup ikuti beberapa dari 151 ide yang telah terbukti dan dapatkan hasil menakjubkan dengan cepat. Ide-ide kuat itu akan bekerja. Masing-masing terkemas dalam tampilan singkat yang akan mendorong pelaksanaannya dengan segera. Anda tidak akan menemukan bab-bab panjang dengan pembenaran, ceramah, filosofi atau cerita pribadi yang tiada akhir.

Jangan meremehkan satu ide cemerlang yang dapat membuat bisnis Anda berhasil!


DAFTAR ISI

  • Pengantar
  1. Atasi Permasalahannya
  2. Apapun Resikonya
  3. Apakah Anda memenuhi syarat?
  4. Apakah Citra Anda berguna bagi Anda?
  5. Segalanya wajar dalam Cinta dan Perang
  6. Apa yang Terulang
  7. Apa yang Anda Jual?
  8. Apa yang dapat Anda lakukan
  9. Apakah Anda mendengarkan?
  10. Apa yang benar-benar Anda lakukan?
  11. Arti sebuah Ketekunan
  12. Bujuk Orang Penting Lainnya
  13. Bila Anda menghendaki Loyalitas
  14. Buat Saya merasa Penting
  15. Bantulah, bukan Menjual
  16. Bersikap Apa Adanya
  17. Belajarlah dari Bunglon
  18. Berkaitan seperti mata rantai
  19. Bual dan Jual
  20. Belajar dari FBI
  21. Bukti dari sepotong Puding
  22. Bagaimana kalau Besok?
  23. Bangkit setelah Kehilangan Pelanggan
  24. Biarkan Lampu tetap Menyala
  25. Buat mereka merasa Aman
  26. Banyak Bicara akan Mengenggelamkan Prospek
  27. Biar Mereka yang Memutuskan
  28. Berapa Harganya?
  29. Berapa Harga Anda?
  30. Bangunlah Tambang Emas Anda
  31. Berkata Jujur
  32. F-E-S-S
  33. Bukan Apa yang Terjadi Pada Anda
  34. Bila Dana Promosi Terbatas
  35. Berinvestasilah Bagi Diri Anda
  36. Caramu atau Caraku
  37. Coba sesuatu yang Berbeda
  38. Dongeng Kepahlawanan
  39. Email: Teman atau Musuh?
  40. Faktor C-Y-A
  41. Giring Mereka ke dalam Zona Anda
  42. Gunakan Rancangan Anda
  43. Hubungan Berpamrih
  44. Hargai Loyalitas itu
  45. Hargai Waktu Mereka
  46. Hal Kecil berimbalan Besar
  47. Hal-hal Gratis Masih Disukai
  48. Hal yang Gratis sulit ditolak
  49. Iklan yang Kreatif Dapat Membuahkan Hasil
  50. Jangan Biarkan Ikan Jatuh Kembali ke Air
  51. Jual dulu Orang-orang Anda
  52. Jadilah Kreatif
  53. Jangan Terlalu Yakin
  54. Jadikan Mudah untuk Dibeli
  55. Jaringan Kerja
  56. Jilatan Anak Anjing
  57. Jangan Beri Mereka Alasan
  58. Jika Hanya Waktu yang Kita Punya
  59. Jangan Menduga Ini Terjadi
  60. Jangan Menjadi Bob yang Ceroboh
  61. Jangan Menjadi Tamu Numpang Lewat
  62. Jangan Menyukai Lantas Meninggalkan
  63. Kemitraan Strategis
  64. Kau Lihat yang Aku Lihat?
  65. Kekuatan sebuah Pujian
  66. Kecepatan Bicara Anda
  67. Kualitas menunjukan Volume
  68. Kapan Anda Memerlukannya?
  69. Kebodohan 10 Dollar
  70. Kehilangan Daya Tariknya
  71. Katakan yang Dapat Anda Lakukan
  72. Libatkan Keluarga
  73. Lakukan Sesuatu yang Berbeda
  74. Lain daripada yang Lain
  75. Lakukan Hal yang Berbeda
  76. Lebih Besar Lebih Baik
  77. Lupakan Kepuasan
  78. Memprospek dengan Sebuah Gugus Tugas
  79. Manfaatkan Orang-orang Anda
  80. Menjual dalam Kelompok
  81. Memprospek dari Mulut ke Mulut
  82. Menjadi Anggota Perkumpulan
  83. Memadamkan Prospek Anda
  84. Menjadi Orang yang Berkata “Ya”
  85. Membangkitkan Semangat Karyawan Baru
  86. Menarik Minat Prospek Anda
  87. Memanfaatkan Barang Cuma-cuma
  88. Memelihara Puncak Ingatan
  89. Mengikuti Perkembangan Teknologi
  90. Membangun Kepercayaan
  91. Menjual secara Besar-besaran
  92. Membandingkan Manfaat
  93. Masalah dalam Komunikasi
  94. Mengantisipasi Rintangan
  95. Memutuskan Untuk Tidak Menjual
  96. Menjual dengan Indera
  97. Mintalah Bantuan
  98. Mengkritik, Menyalahkan dan Mengeluh
  99. Manfaatkan Internet
  100. Menjadi Pencandu Informasi
  101. Namaku bukan Bung!
  102. Orang-orang Sejenis
  103. Orang-orang itu Lucu
  104. Organisir Upaya Memprospek Anda
  105. Panggil Mereka Kolega
  106. Pelanggan Baru atau Lama?
  107. Perkuat Visi yang Jelas tentang Kesuksesan
  108. Pembeli semuanya Pembual
  109. Perhatikan Kebutuhan Pribadi Mereka
  110. Percaya atau Tidak
  111. Perlu Menjadi seorang “Mata-mata” Super dalam Memprospek
  112. Pegawai yang Bersemangat Menciptakan Pelanggan yang Setia
  113. Prospek Terbaik yang Pernah Ada
  114. Pastikan Prospek dapat Menemukan Anda
  115. Paparkan Permasalahannya
  116. Pertimbangkan Penonjolan Nama
  117. Prospek Pastilah seorang Manusia
  118. Penjualan yang Hilang berarti Kesempatan
  119. Persepsi Sebuah Nilai
  120. Pendengaran yang Selektif
  121. Perhatikan Hal yang Rinci
  122. Prinsip Kegilaan
  123. Pedihnya Kekalahan
  124. Satu Hal yang Lebih Buruk daripada Pegawai yang Kasar
  125. Sorot yang Membuat Anda Berbeda
  126. Sebelum Anda Membuak Toko
  127. Sebuah Kata Ajaib
  128. Satu Pertanyaan Ajaib
  129. Satu Ukuran Untuk Semua
  130. Segala Sesuatu Memiliki Arti
  131. Segalanya Tentang Nilai
  132. Siapa Cepat Dia Dapat Pelanggan Baru
  133. Senyuman Itu Gratis
  134. Tiada Pelanggan yang Menjauh
  135. Tukang Prospek yang Ambisius
  136. Teruslah “Menyombongkan Diri”
  137. Teruslah Bermodifikasi
  138. Tinggalkan Jejak untuk Diikuti Pelanggan Anda
  139. Tidak Terlihat Berarti Tidak Akan Diingat
  140. Terjatuh dari Pohon Dungu
  141. Tahukan Anda Apa yang Mereka Ketahui?
  142. Tradisi Harus Dipertahankan
  143. Tidak Bukanlah Jawabannya
  144. Tidak Masalah untuk Tahu Apa yang Anda Tidak Tahu
  145. Terobsesi dengan Reputasi
  146. Uang cuma-cuma bisa menjadi Hak Anda
  147. Waspadai Penghasut
  148. Waspadai Kesan Pertama
  149. Waspadai Resep tanpa Diagnosis
  150. Waspadai Ceruk yang Fatal
  151. Ya, Tidak dan Mungkin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s